Tips Menyimpan Produk Cairan Pembersih Rumah Agar Aman Bagi Si Kecil

 

Bundacorner.com – Membersihkan rumah mungkin bukan kegiatan yang paling menyenangkan. Tetapi, dengan membunuh kuman tentu bisa sangat membantu menjaga keluarga tetap sehat. Moms setidaknya perlu membersihkan rumah dengan pembersihan rutin dan melakukan sanitasi. Pembersihan rutin dengan deterjen atau sabun dan air menghilangkan kotoran dan kotoran dari permukaan, misalnya lantai, dinding, karpet, jendela.

Sementara sanitasi, menghilangkan kotoran dan sejumlah kecil kuman. Beberapa barang dan permukaan dibersihkan untuk menghilangkan kotoran kemudian dibersihkan, misalnya kamar mandi, meja, mainan, piring, peralatan perak. Dalam beberapa kasus, Moms mungkin akan membutuhkan disinfektan untuk memaksimalkan kebersihan perabotan rumah tangga.

Meskipun disinfektan dan zat pembersih kimia sangat penting untuk mengendalikan penyakit menular, mereka berpotensi berbahaya bagi anak-anak. Terutama jika produk tersebut dalam bentuk terkonsentrasi.

Oleh karena itu, penting agar Moms melakukan hal-hal ini terkait bahan pembersih rumah.

1. Produk harus disimpan dalam wadah berlabel aslinya dan di tempat yang tidak dapat diakses oleh anak-anak.

2. Disinfektan dan pembersih yang diencerkan dalam botol semprot harus diberi label dan disimpan di luar jangkauan anak-anak.

3. Larutan tidak boleh disemprotkan ketika anak-anak berada di dekatnya untuk menghindari penghirupan dan mengekspos kulit dan mata.

4. Sebelum menggunakan bahan kimia apa pun, baca label produk dan lembar data keamanan material pabrikan.

Namun, bila Moms ingin opsi yang lebih aman, bisa menggunakan bahan-bahan alternatif yang lebih ramah. Seperti baking soda, sabun cair, dan cuka. Banyak bahannya tidak mahal, jadi Moms juga dapat menghemat uang. Bedanya, mungkin Moms harus menggosok lebih keras.

Meskipun bahan-bahan alternatif ini lebih aman, bukan berarti tidak beracun. Tetap perlakukan bahan-bahan dengan hati-hati, seperti pembersih lainnya.

Sumber: Nakita

Leave a Reply