Para Orang Tua Wajib Tahu, Inilah Usia Tumbuh Kembang Anak Pada Umumnya

 

Tumbuh kembang sang buah hati memang wajib diketahui bagi setiap orang tua terlebih bagi orang tua baru atau pasangan yang baru memiliki anak. Mungkin diantara kalian ada yang gusar dengan tumbuh kembang anak yang terhambat? Sebenarnya bagaimana tahapan tumbuh kembang anak sesuai usia?

Pemaparan di bawah ini bisa menjadi acuan kita untuk melihat tumbuh kembang anak berjalan sesuai usia atau tidak. Tapi yang patut diingat, tumbuh kembang ini akan berbeda satu dengan lainnya. Tidak bisa disamaratakan ya, Sahabat Ummi.

Dilansir dari tomipurba(dot)net dan alodokter(dot)com, berikut pemaparan tumbuh kembang anak secara umum sesuai usia.

0 – 1 bulan

Baca juga: Cara Mengatasi Kecemburuan Kakak Pada Adiknya

Bayi yang baru lahir cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Hal ini akan berlangsung sampai bayi berusia 1 bulan.

2 bulan

Bayi berusia 2 bulan akan mulai merespon orang di sekitarnya. Salah satunya dengan tersenyum saat diajak bicara atau melihat sesuatu yang menarik. Dia juga sudah dapat merespon musik dengan menendang-nendangkan kaki atau bersuara. Sebagai ibu yang bijak, ingatlah mereka juga membutuhkan suasana tenang. Jadi jangan terus-menerus mengajakanya mengobrol karena terlalu girang ya, ini tidak baik untuk tumbuh kembangnya nanti.

3 bulan

Jika bayi berusia 2 bulan, dia akan mencoba untuk menegakkan kepala saat ditengkurapkan. Berbeda dengan bayi berumur 3 bulan, dia sudah dapat menegakkan badan dan kepala sendiri saat ditengkurapkan. Selain itu, dia juga sudah mulai menggulingkan badannya saat berbaring. Masa-masa ini membutuhkan pengawasan ekstra ketat agar sendi bayi yang masih rapuh bisa terjaga dan tidak menimbulkan cedera padanya.

4 bulan

Usia 4 bulan menjadi masa-masa membanggakan bagi kita sebagai orang tua. Bayi akan mulai berceloteh satu dua patah kata, seperti ma-ma atau ba-ba dan sebagainya. Bayi juga mulai pintar mengambil posisi berguling telentang dan sebaliknya. Dia juga mulai bisa menjejakkan kaki ke lantai, menegakkan kepala dan pundak saat digendong, serta mulai bisa diposisikan duduk dengan disangga mengingat tulang belakangnya mulai menguat.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Penyebabnya

5 bulan

Bayi 5 bulan umumnya sudah dapat mencoba duduk dari posisi tengkurap dengan menopang tubuhnya dengan kedua tangan sendiri. Meski demikian, sebaiknya tempatkan bantal di sisi kanan-kirinya dan terus dampingi karena posisi tubuhnya belum stabil.

6 bulan

Pada umumnya, para dokter sepakat bahwa usia enam bulan adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan bayi kepada makanan padat. Pada usia ini, sistem pencernaan bayi telah siap mengolah makanan padat dan risiko alergi serta infeksi telah menurun.

7 bulan

Saat otot tangan dan kaki, terutama lututnya sudah kuat, bayi 7 bulan umumnya sudah mulai dapat merangkak. Aktivitas ini juga menjadi persiapan penguatan ototnya sehingga dapat berjalan.

8-9 bulan

Bayi 8 bulan umumnya sudah mampu bergerak ke sana dan kemari dengan cara merangkak. Sebagian bayi bisa jadi sudah dapat berdiri dengan berpegangan pada sebuah benda, seperti sisi meja atau tangan orang dewasa. Bayi pada usia ini membutuhkan pengawasan yang ketat dari orang-orang di sekitarnya. Jangan sampai benda yang dia jadikan pegangan goyah dan tidak kokoh sehingga membahayakan keselamatan si bayi. Baca juga: Anak Susah Makan Sayur dan Buah? Ini Saran Dari Ahli Gizi Untuk Bunda

9-12 bulan

Bayi pada usia ini sudah dapat makin memahami kata-kata kita dan berusaha merespon dengan kata-katanya sendiri. Dia juga sudah mulai bisa berdiri tanpa bantuan pada usia ini. Latihlah bayi dengan sabar serta berikan pujian untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.

12-18 bulan

Langkah yang biasa dilakukan orang tua dengan bayi usia ini adalah berusaha menyenderkan anak pada tembok, kemudian memintanya menghampiri kita tanpa bantuan. Si kecil akan terbiasa berjalan sendiri kemudian lama-kelamaan menjadi bisa melangkah tanpa bantuan orang lain.

Baca juga: Tips Mandi Menyenangkan untuk Ciptakan Ikatan dengan Anak

Semoga bermanfaat.

Sumber: Ummi-online

Leave a Reply