Musuh Terbesar Mendidik Anak Bukanlah Internet, Televisi atau yang lain, Tapi Rasa Ini

 

Bundacorner.com – Jaman sekarang mendidik anak itu banyak tantangannya. Banyak hal-hal yang bisa jadi bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Misalnya saja televisi yang tidak ramah anak, gadget, internet, dan mungkin lingkungan pergaulan yang tidak mendukung.

Tapi, apabila kita renungkan lagi. Sebenarnya musuh terbesar dalam mendidik anak itu sebenarnya cuma ada satu, yaitu RASA MALAS.

Baca juga: Ternyata Bukan karena ‘Ngidam’ Jika Bayi Anda Ngeces Atau Ileran, dr. Reisa Ungkap Penyebab Bayi Berliur

Orang tua kadang malas mematikan handphone-nya, padahal baru bermain sama anak

Tak sedikit orang tua saat berada di rumah ia lebih sibuk bermain handphone daripada bermain sama anak. Ia lebih asyik berselancar di dunia media sosial, melihat dan mengomentari status orang lain. Padahal jelas-jelas di hadapannya ada anak yang ingin bermain.

Entah kenapa di jaman sekarang handphone rasanya lebih berharga. Menghabiskan waktu bersama handphone rasanya lebih bermanfaat. Padahal itu semua hanyalah semu. Waktu berharga yang sebenarnya adalah yang kita habiskan bersama keluarga.

Yang terjadi kini, orang tua sibuk main handphone, dan anak-anak sejak usia dini juga sudah asyik main handphone. Dan kita berharap dari keadaan ini orang tua bisa dekat dengan anak?

Matikanlah handphone, bermainlah bersama anak. Hal itulah yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak. Dan dengan siapa pun.

Baca juga: Ayah Bunda Mulai Ajarkan Tanggung Jawab Saat Anak Berusia Balita

Orang tua malas mendengarkan isi hati anak, maunya hanya menceramahi anak

Yang namanya orang tua sifat dasarnya pasti maunya bicara dan didengarkan. Apalagi oleh anak. Kita ingin anak mendengarkan setiap nasihat kita. Kita ingin anak mengikutinya dan patuh. Tapi pernahkan orang tua mendengarkan keluh kesah anak?

Mendengarkan apa yang sebenarnya ia mau? Mendengarkan isi hatinya?

Kadang kita lebih asyik menceramahinya, memerintahnya tapi abai atas permintaan dan isi hatinya. Lalu kita berharap anak bisa patuh dengan orang tua. Bagaimana mungkin? Kita saja, yang lebih dewasa, kadang sebal kalau cuma diceramahi tanpa pernah di dengarkan. Begitu pula anak-anak.

Jangan malas untuk memperhatikan dan mendengarkan isi hati anak.

Baca juga: Tubuh Anak Denada Digerogoti Leukimia! Dear Orangtua, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Orang tua malas ngobrol dengan anak dan menanamkan nilai-nilai hidup padanya

Salah satu cara menanamkan nilai hidup dan pengaruh pada anak adalah dengan banyak ngobrol dengannya. Mungkin kita beralasan, “Ah, anak kan masih balita. Belum bisa ngomong.” Tapi mengajak ngobrol anak dalam usia balita adalah sebuah pembiasaan. Agar kelak saat anak sudah gede kita tidak beralasan bahwa “anak sudah gede, bisa berpikir sendiri.”

Kalau kita ingin anak tidak terpengaruh hal-hal buruk dari lingkungan, maka perbanyaklah ngobrol dengannya. Jangan tunggu nanti, jangan tunggu rasa malas hilang. Biasakanlah sejak dini, agar nilai-nilai hidup bisa tertanam dalam hati anak.

Baca juga: Anak-Anak Yang Terlahir Dari Keluarga Miskin Biasanya Akan Tumbuh Menjadi Pribadian Yang Tangguh

Orang tua malas mendampingi anak belajar

Bila ingin anak tumbuh cerdas maka jangan cuma dititipkan di sekolah mahal, tapi dampingi ia untuk belajar. Temani ia untuk mengenal berbagai pengetahuan dan jangan bunuh rasa ingin tahunya. Karena rasa ingin tahu adalah awal dari belajar.

Kadang orang tua malas menjawab berbagai pertanyaan sederhana anak. Kadang orang tua mengatakan anak yang ceriwis itu sebagai sikap yang tidak baik. Lalu menyuruhnya untuk diam. Padahal itu adalah sikap anak yang ingin tahu.

Orang tua yang malas menghadapinya dan berharap anak akan tumbuh cerdas adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Apabila ingin anak cerdas, maka kita harus siap membayar harganya. Yaitu dengan menenamni dan mendampinginya belajar serta terus menumbuhkan kemauan dan rasa ingin tahu anak.

Baca juga: Orangtua Tidak Perlu Buru-buru Panik, Lakukan 9 Hal ini untuk Melakukan Pertolongan Pertama Jika Anak Demam di Malam Hari

Dan kelak kita berharap anak-anak akan mencintai kebenaran dan ilmu pengetahuan.

Sebenarnya musuh terbesar dalam mendidik anak itu tidak datang dari luar, tetapi justru berasal dari dalam diri orang tua. Dalam diri kita, yaitu berwujud rasa malas. Maka mari kita berdoa agar kita dijauhkan dari seburuk-buruknya sifat malas.

INILAH 10 HAL YANG SEBENARNYA DIINGINKAN ANAK

Dear Ayah Bunda,

Pernahkah Bunda menanyakan keinginan terdalam anak-anak Bunda? Mencoba mengajaknya berbicara dari hati ke hati tentang hal-hal yang mungkin tidak dapat diungkapkannya selama ini. Mencari tahu apa saja yang mereka inginkan dari diri Bunda sebagai orangtuanya.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meluangkan waktu bersama anak-anak, tetapi terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri, dan akhirnya mengabaikan hak-hak anak. Inilah 10 hal yang sebenarnya si kecil inginkan dari Bunda:

1. Bernyanyi bersama dan bercerita tentang masa kecil

Semua anak ingin berbagi keceriaan dengan orangtuanya, seperti bernyanyi lagu-lagu kesenangan mereka. Atau Bunda bisa mencari tahu lagu-lagu anak-anak apa yang sesuai untuk dinyanyikan bersama. Mereka juga ingin mendengar cerita masa kecil kita, seperti mainan dan lagu-lagu zaman dulu.

2. Berikan pelukan dan ciuman

Anak-anak sangat mudah tersentuh emosinya lewat sentuhan. Jadi perbanyaklah mencium dan memeluknya, mulai dari bangun tidur sampai ia tertidur lagi di malam hari. Jika sedang duduk berdua dengan anak, jangan ragu untuk memeluk dan menciumnya dan mengatakan Bunda menyayanginya.

3. Menghabiskan waktu berdua saja

Ketika Bunda mempunyai anak lebih dari satu, Bunda harus bisa membagi waktu antara anak-anak Bunda. Sisihkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama masing-masing anak, sehingga anak akan merasa dihargai, karena Bunda hanya fokus pada dirinya tanpa harus terbagi dengan saudara-saudaranya.

Baca juga: Hati – Hati Inilah Kedurhakaan Kepada Ibu Yang Tanpa Disadari Dilakukan

4. Memberikan makanan terbaik

Berikanlah anak-anak Bunda makanan dengan gizi yang baik, tidak harus mahal demi perkembangan otak dan pertumbuhan mereka. Jika anak-anak Bunda sehat, maka emosinya akan lebih positif.

5. Makan malam berdua dan rencanakan weekend bersama

Makan malam dengan anak jangan dianggap sepele, anggaplah kita sedang berkencan berdua saja. Membicarakan banyak hal termasuk rencana untuk melakukan aktivitas bersama di akhir minggu. Tak perlu biaya mahal, susunlah rencana murah meriah dan menyenangkan untuk Bunda dan si kecil.

6. Ceritakanlah tentang cinta, sekolah dan keluarga

Ada yang mempunyai kebiasaan membacakan buku cerita sebelum tidur. Tetapi sesekali boleh saja tidak membacakannya dan lebih banyak berbicara dari hati ke hati. Ceritakan tentang cinta, pengalaman kita saat sekolah, dan tentang keluarga kita di masa kecil.

Baca juga: Fatal Akibatnya! 4 Bagian ini Pantang untuk Dipukul Meski Sedang Marah Pada Anak

7. Biarkan bermain di luar rumah

Jangan terlalu banyak melarang anak, khususnya saat dia menginginkan bermain di luar rumah. Percaya dia mampu menjaga diri dengan baik selama berada di luar rumah. Jika memungkinkan, Bunda pun bisa terlibat untuk bermain bersama di luar rumah dengan anak Bunda.

8. Menonton acara favorit

Lakukan aktivitas bersama untuk kedekatan emosional. Salah satunya menonton film atau acara favorit Bunda dan si kecil, sambil makan cemilan.

9. Mengajarkan banyak hal sebagai tanda peduli

Jangan diamkan anak Bunda saat bersama-sama. Mereka membutuhkan Bunda sebagai pembimbing saat beraktivitas. Dengan Bunda mengajarkan mereka banyak hal, Bunda peduli kepada mereka.

Baca juga: Tips Mendidik Anak yang Benar dan Baik Menurut Islam Sesuai Cara Rasulullah

10. Tinggal pesan singkat spesial

Siapkan memo dengan kertas-kertas lucu tokoh kartun kesukaan anak. Tuliskan hal-hal positif yang dapat membuat anak merasa kita sayang kepadanya. Misal, tuliskan “Selamat makan, anak mama sayang!” di kotak makanannya.

Bunda dan ayah jangan malas lagi ya kalau soal anak2, bagaimanapun juga anak adalah aset terbesar para orangtua.

sumber: momonganak.org

Leave a Reply