Mengantuk Setelah Makan, Apakah Normal? Berikut Penjelasannya

 

Bundacorner.com -Tak jarang kita akan merasa mengantuk sehabis makan. Makanan dengan jenis tertentu akan menghasilkan h0rmon serotonin dan melatonin. Kedua h0rmon ini yang dapat menyebabkan rasa kantuk setelah makan. Serotonin dihasilkan dari makanan yang mengandung protein dan karbohidrat. Sedangkan, melatonin terkandung dalam ceri, pisang, roti tawar, dan oat.

Mengikuti keinginan untuk tidur tentu bukan hal baik untuk dilakukan. Proses pencernaan akan berjalan lambat selama tidur. Jika Anda sering merasa mengantuk dan ingin tidur setiap kali sehabis makan, bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda dari penyakit tertentu, seperti penyakit celiac, anemia, intoleransi makanan, dan alergi. Rasa kantuk juga dapat timbul dari kekurangan oksigen, kelebihan porsi makan, dehidrasi, dan gangguan tidur.

Untuk mencegah agar terhindar dari bahaya penyakit, cobalah menerapkan beberapa pola hidup berikut ini. Baca juga: Jangan Lupa Periksa, Ternyata Kondisi Kesehatan Anda Dapat Dilihat dari 10 Gejala Kerusakan Kuku Ini. Berikut Penjelasannya

1.Hindari tidur larut malam

Malam hari adalah waktunya sistem penyerapan makanan. Sepanjang pukul 20.00 – 04.00 ini terjadi proses penyerapan, sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya, mengantuk sepanjang hari dan mengurangi produktivitas di siang harinya.

2.Perbanyak konsumsi air putih

70% kebutuhan tubuh diisi oleh cairan. Air putih yang bebas kalori dan gula adalah pilihan tepat untuk menjaga kadar cairan tubuh atau mencegah dehidrasi. Air putih juga dapat mengoptimalkan fungsi organ dan menjaga metabolisme tubuh. Buah dan sayur juga dapat menjaga agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Kecukupan cairan tersebut akan mencegah gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan.

Baca juga: Tubuh Anak Denada Digerogoti Leukimia! Dear Orangtua, Kenali Gejala dan Penyebabnya

3.Bijak dalam memilih makanan

Pilihlah makanan dengan gizi yang seimbang. Kadar karbohidrat dan protein pada makanan yang tinggi akan sulit untuk dicerna. Seseorang memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan usia, status kesehatan, dan aktivitas fisiknya.

Pastikan porsi sayur dan buah lebih banyak dari protein. 1/2 piring diisi oleh sayur dan dan buah, ¼ protein, dan ¼ biji-bijian. Akan semakin baik bila didukung dengan aktivitas olahraga untuk menambah kebugaran.

Untuk memahami penyebab kantuk yang dialami. Perhatikan keseharian Anda, mulai dari makanan, jam tidur malam, dan aktivitas yang dilakukan. Buat catatan untuk melihat kondisi tersebut. Perbaiki secara bertahap dan amati peningkatan kebugaran Anda setelah menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Semoga bermanfaat. Baca juga: Inilah Bahayanya Jika Biasakan Tidur Malam Menggunakan Kipas Angin, No. 2 Benar-benar Tak Disangka!

Sumber: Muslimahdaily

Leave a Reply