Karena Penyakit Berbahaya ini Mengincar Bayi, Ini Alasan Zaskia Mecca Langsung Sunat Bayinya yang Baru Lahir

 

Bundacorner.com – Tidak bisa dianggap remeh, kelainan pada kelamin ini sangat berbahaya. Dimana urin tidak bisa keluar dari tubuh sehingga banyak bakteri yang menumpuk…

Sunat merupakan prosedur medis yang sangat dianjurkan pada anak laki-laki, dari segi agama islam sunat juga diwajibkan untuk dilakukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِب

“Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kem4luan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “ (H.R Muslim 257).

Biasanya tindakan sunat dilakukan ketika anak berusia sekolah dasar, sekitar 6 atau 7 tahun. Namun prosedur ini juga bisa dilakukan segera setelah bayi lahir. Seperti yang dilakukan Zaskia Mecca pada anak keempatnya, Bhre Kata Bramantyo.

Keputusan tersebut diambil Zaskia dan suaminya, karena anak ketiga mereka Bhai Kaba pernah mengalami masalah dengan kondisi penisnya. Kaba mengalami fimosis. Begitu juga keponakan Zaskia, Keefe, mengalami masalah yang sama.

Baca juga: Selain Obat, Bacakan 4 Doa ini Ketika Anak Sakit, InsyaAllah Cepat Sembuh

Seperti yang dikutip dari akun instagram miliknya:

Haiiii @bhrekata yang hari ini udah sunat .. Alhamdulillah lega juga akhirnya udah sunat anak dari baby .. pengalaman fimosis kaba dan keefe ngebuat traumatis bgt drama bolak balik rs kaba atau keefe yg mendadak hrs operasi krn mampet saluran pipisnya pas dia umur 2taun .. ngebuat kali ini kita mantep buat sunatin bayi laki2 setelah lahir .. surprise juga pas tau dr adik ipar yang tinggal di madinah, kalo ternyata di saudi sudah hal biasa bayi baru lahir sebelum pulang di sunat dulu di RS .. setelah dirasa emang lbh banyak manfaatnya , kenapa juga hrs di tunda lbh bersih, meminimalisir ISK (infeksi saluran kencing), recovery pada bayi lbh cepat dan traumatis pun jauh lbh ga ada  #bhrekataA post shared by Zaskia Adya Mecca (@zaskiadyamecca) on Mar 26, 2018 at 8:05am PDT

TERNYATA FIMOSIS MENGINCAR BAYI LAKI-LAKI YANG BARU LAHIR

Fimosis tidak bisa dianggap remeh. Kelainan kelamin yang bisa menimpa bayi laki-laki ini merupakan kondisi dimana kulup melekat pada kepala penis dan menutup lubang penis.

Seperti yang dikutip dari ayahbunda.co.id, akibatnya, urin tidak dapat keluar normal dan kepala penis tidak dapat dibersihkan.

Penyebab Fimosis

Pada bayi laki-laki yang baru lahir karena tidak berkembangnya ruang di antara kulup dan penis. Selain bawaan lahir tadi, fimosis bisa juga disebabkan infeksi atau peradangan berulang pada kulit depan penis, atau trauma (benturan).
Memicu infeksi. Baca juga: Ingin Punya Anak Secerdas Kirana? 7 Ilmu Parenting dari Retno Hening Ini Wajib Bunda Punya

Fimosis bisa berbahaya, karena akan memicu timbulnya infeksi yang disebut balanitis atau infeksi di kepala penis. Fimosis juga bisa membuat bayi kesakitan saat berkemih. Dan bila tidak ditangani akan mempengaruhi aktivitas seksual ketika bayi beranjak dewasa, yakni sakit saat air mani keluar atau memancar dengan arah tidak terduga.
Cermati gejala fimosis:

Ujung kulit penis mengerut dan tak bisa ditarik ke arah pangkal ketika akan dibersihkan.
Anak mengejan saat buang air kecil, karena muara saluran kencing di ujung penisnya tertutup. Biasanya, dia menangis dan pada ujung penisnya tampak menggembung.
Air seni yang keluar tidak lancar. Kadang-kadang menetes dan kadang memancar dengan arah yang tidak dapat diduga.

Anak menangis setiap kali buang air kecil dan kadang disertai demam, akibat terjadi infeksi.

Bawa bayi ke dokter bila Anda menemukan gejala-gejala di atas. Jangan sekali-kali membuka kulup secara paksa dengan menariknya ke arah pangkal penis. Tindakan ini berbahaya, karena kulup dapat terjepit, menimbul nyeri dan pembengkakan yang hebat
Penanganan medis:

Bila anak mengalami kesulitan buang air kecil, dokter akan mencoba melebarkan kulup yang melekat. Pelebaran (dilatasi) ini mudah, hanya sekitar 5 menit dan tidak perlu dianestesi (dibius). Baca juga: Benarkah Wanita yang Baru Melahirkan Suci Tanpa Dosa, Karena Semua Diampuni?

Bila upaya ini gagal, maka tindakan sunat (sirkumsisi) adalah jalan keluarnya. Apalagi, bila fimosisnya menetap atau terjadi infeksi. Bila perlu, dilakukan pembiusan.

Semoga bermanfaat dan dapat menjadikan pertimbangan para orang tua untuk menyelamatkan anaknya dari penyakit infeksi saluran kencing.

Leave a Reply