Jadi Sayuran Favorit, Bayam Tidak Dianjurkan untuk Orang dengan 5 Kondisi Ini

 

Bundacorner.com – Bayam adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari, dari anak kecil hingga orang dewasa. Selain untuk sayur, bayam juga kerap diolah menjadi jus yang menyehatkan. Bayam telah digunakan oleh berbagai budaya sepanjang sejarah, terutama di Mediterania, Timur Tengah, dan masakan Asia Tenggara.

Mengonsumsi bayam memberikan banyak manfaat kesehatan, diantaranya mengontrol glukosa darah pada penderita diabetes, menurunkan risiko kanker, meningkatkan kesehatan tulang, serta memasok mineral dan vitamin untuk tubuh. Meski memiliki banyak manfaat, bayam juga bisa memberikan efek samping lo.

Orang-orang dengan kondisi ini sebaiknya mengurangi konsumsi bayam karena bisa memperparah keadaan.

Bayam tinggi akan kandungan purin yang setelah metabolisme tubuh akan meningkatkan jumlah asam urat.

Jadi, jika Moms rentan terhadap penyakit asam urat, segera hentikan konsumsi bayam yang berlebihan. Karena jika diteruskan, Moms akhirnya akan mengalami nyeri sendi yang serius, peradangan dan pembengkakan.

Batu ginjal

Bayam mengandung sejumlah besar purin. Ketika tertelan ke dalam tubuh dalam jumlah berlebih, purin akan diubah menjadi asam urat. Ini sangat buruk untuk kesehatan ginjalkarena keberadaan asam urat yang berlebihan dapat meningkatkan pengendapan kalsium di ginjal yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Gangguan pencernaan

Bayam adalah sumber serat makanan yang kaya. Meskipun konsumsi serat baik untuk pencernaan yang sehat, tubuh kita perlu waktu untuk terbiasa. Itu sebabnya, bayam bisa menyebabkan sejumlah gangguan perut, seperti pembentukan gas di perut, kembung, kram dan bahkan sembelit bila dimakan berlebihan.

Anemia

Salah satu efek samping dari bayam adalah menyebabkan anemia. Bayam terkadang dapat menyulitkan tubuh untuk menyerap sejumlah zat besi yang dibutuhkan dari makanan yang dicerna Daun bayam sendiri penuh dengan zat besi nonheme atau nabati, yang tidak bisa masuk ke tubuh dengan mudah.

Hal ini dapat menyebabkan defisiensi besi. Oleh karena itu, penderita anemia sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi bayam.

Alergi

Meski langka, bayam terkadang bisa menyebabkan reaksi alergi juga. Sayuran ini mengandung histamin, yang dapat menyebabkan beberapa efek pseudoallergic minor. Selain itu, bayam juga dapat menyebabkan efek samping lain seperti:

Penyerapan mineral yang buruk

Konsumsi bayam yang berlebihan dapat mengganggu kapasitas penyerapan mineral tubuh kita. Tanaman ini mengandung banyak asam oksalat yang dikenal dapat mengikat beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium, seng, dll. Hal ini dapat menghambat fungsi normal sistem tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan defisiensi mineral.

Gigi jadi kasar

Ini adalah salah satu efek samping yang umum dari makan terlalu banyak bayam. Asam oksalat dalam bayam membentuk kristal kecil yang tidak bisa larut dalam air. Oleh karena itu, Moms  mungkin merasakan gigi menjadi kasar setelah mengonsumsi bayam. Namun, tak perlu khawatir, gigi kasar akan lenyap dengan menggosok gigi secara teratur.

Sumber: nakita

Leave a Reply