Inilah Larangan Saat Haid yang Wajib Anda Hindari Berdasarkan Al-Qur’an

 

Bundacorner.com – Wanita yang sudah baligh tentu mengalami yang namanya datang bulan atau haid setiap bulannya jika belum memasuki masa menepouse. Nah bagi wanita yang sedang haid terdapat beberapa larangan. Larangan Saat Haid bagi wanita muslimah menurut islam adalah melakukan ibadah seperti shalat, puasa, mengaji, dan masuk masjid. Kebiasaan buruk pada saat menstruasi tentunya dapat berakibat buruk pada diri kita sendiri, contohnya mengonsumsi minuman bersoda pada saat menstruasi merupakan larangan saat kita sedang mengalami haid, karena soda sebenarnya tidak baik bagi rahim wanita.

Menstruasi adalah hal yang tidak bisa dihindari dari perempuan, begitu juga efek sakit yang ditimbulkan saat menstruasi. Darah yang diluruhkan saat menstruasi disebabkan tidak terjadinya pembuahan. Siklus bulanan ini dapat membuat suasana hati Anda kacau, sakit pada bagian perut, dan lesu, hal ini disebabkan oleh perubahan hormon estrogen pada perempuan. Baca juga: Fakta! Istri Langsing Bahagia, Tapi Istri Gemuk Luar Biasa Bahagianya

Larangan Saat Haid – Sejauh ini kita sering mendengar pantangan dan larangan saat menstruasi, salah satu larangan saat haid yaitu memotong rambut, menggunting kuku, dan keramas selama haid tidak memiliki penjelasan secara medis.

Ada 6 jenis Makanan yang dilarang Saat Haid jika dikonsumsi akan memperburuk nyeri haid dan membuat kondisi haid menjadi tidak nyaman, dan ada beberapa larangan untuk dilakukan wanita muslimah yang sedang haid/ menstruasi. Berikut akan dijelaskan secara ringkas. Inilah larangan saat haid menurut ajaran islam.

Larangan Saat Haid Menurut Al-Qur’an:

1. Puasa Saat Haid
Wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang menjalankan puasa dan untuk itu ia diwajibkannya untuk menggantikannya dihari yang lain.

وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رضيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: أَلَيْسَ إِذا حَاضَتِ المَرْأَةُ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabdah, “Bukankah bila wanita mendapat haidh, dia tidak boleh shalat dan puasa?”

Baca juga: 6 Tips Melahirkan dengan Mudah untuk Ibu Hamil Beserta Doanya

2. Tawaf
Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan tawaf. Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap boleh dilakukan. Sebab tawaf itu mensyaratkan seseorang suci dari hadas besar.

وَعَنْ عَائِشةَ رضيَ اللهُ عَنْهَا قَالَت: لَمَّا جِئْنَا سَرِفَ حِضْتُ، فَقَالَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم: افْعَلِي مَا يَفْعَلُ الحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لا تَطُوْفِي بِالبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabdah, “Bila kamu mendapat haid, lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf di sekeliling ka`bah hingga kamu suci.”

3. Shalat
Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan untuk melakukan salat. Begitu juga mengqada` salat. Sebab seorang wanita yang sedang mendapat haid telah gugur kewajibannya untuk melakukan salat. Dalilnya adalah hadis berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عَنْهَا: أنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ دَمَ الحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلاةِ، فَإِذا كَانَ الآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي، رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ، وَصَحَّحَهُ ابنُ حِبَّانَ وَالحَاكِمُ، وَاسْتَنْكَرَهُ أَبُو حَاتِمٍ

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Menyusui atau Memompa Asi Agar Anak Menjadi Shaleh

Dari Aisyah ra berkata, Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha, maka Rasulullah SAW bersabdah kepadanya, “Darah haidh itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang yang keluar seperti itu, janganlah shalat. Bila sudah selesai, maka berwudhu’lah dan lakukan shalat.”

Dari Aisyah ra. berkata, “Di zaman Rasulullah SAW dahulu kami mendapat haid, lalu kami diperintahkan untuk mengqada` puasa dan tidak diperintah untuk mengqada` salat.”

Selain itu juga ada hadis lainnya:

Dari Fatimah binti Abi Khubaisy bahwa Rasulullah SAW bersabdah, “Bila kamu mendapatkan haid maka tinggalkan salat.”

4. Berwudu` atau Mandi
As Syafi`iyah dan al-Hanabilah mengatakan bahwa “wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan berwudu dan mandi janabah.”

Maksudnya adalah bahwa seorang yang sedang mendapatkan haidh dan darah masih mengalir, lalu berniat untuk bersuci dari hadats besarnya itu dengan cara berwudhu’ atau mandi janabah, seolah-olah darah haidhnya sudah selesai, padahal belum selesai. Sedangkan mandi biasa dalam arti membersihkan diri dari kuman, dengan menggunakan sabun, shampo dan lainnya, tanpa berniat bersuci dari hadats besar, bukan merupakan larangan.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Anak Kurang Nafsu Makan Beserta Solusinya

5. Menyentuh mushaf Al Quran dan Membawanya
Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang menyentuh Al-Quran:

لا يمسه إلا المطهرون

“Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci.”

Jumhur Ulama sepakat bahwa orang yang berhadats besar termasuk juga orang yang haidh dilarang menyentuh mushaf Al-Quran.

6. Berhu*bungan Pribadi dengan Suami
Wanita yang sedang mendapat haid haram melakukan kegiatan pribadi suami dan istri dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Baca juga: Wow Inilah 7 Manfaat Buncis untuk Kesehatan Anak

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyet*ubuhinya.

Sedangkan al-Hanabilah membolehkan mencium wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencium wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

وَعَنْ أَنَسٍ رضيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ اليَهُودَ كَانت إِذا حَاضَتِ المَرْأَةُ فِيْهِمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: اصْنَعُوا كُلَّ شَىءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Dari Anas ra. bahwa orang Yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan.”

وَعَنْ عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عَنْهَا قَالَت: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُنِي فَأَتَّزِرُ، فَيُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Aisyahra berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencium ku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh.”

Keharaman untuk berse*tubuh dengan wanita yang sedang haid ini tetap berlangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya.

Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Baca juga: Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasi

7. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran
Kecuali dalam hati atau doa/zikir yang lafznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung.

“Rasulullah SAW tidak terhalang dari membaca Al-Quran kecuali dalam keadaan junub.”

Namun ada pula pendapat yang membolehkan wanita haidh membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa haidhnya terlalu lama. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak.

Pendapat ini adalah pendapat Malik. Demikian disebutkan dalam Bidayatul Mujtahid jilid 1 hal 133.

8. Masuk ke Masjid
Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh.

Setelah kita mengetahui larangan saat haid, kita sebaiknya menghindari larangan itu untuk kebaikan kita sendiri. Sekarang kita akan segera mengetahui makanan yang dilarang saat sedang haid. Baca juga: Begini Cara Mengenal Penyakit Pada Bayi Saat Musim Hujan dan Cara Pengobatannya

6 Makanan yang Dilarang Saat Haid:

1. Makanan dan minuman yang mengandung kafein

Makanan yang dilarang saat haid yang pertama adalah jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan kafein. Pada saat haid, ada baiknya anda mengurangi asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh anda dan lebih baik lagi jika bisa menghentikan konsumsi kafein ini.

Bahaya kafein dapat menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas pada pendarahan saat anda mengalami haid atau menstruasi.

2. Makanan dengan kandungan minyak terlalu banyak

Makanan berikutnya yang dilarang pada saat haid adalah makan makanan yang digoreng dengan minyak yang banyak, atau sering kita kenal dengan nama gorengan. Makanan yang satu ini memang sangatlah gurih dan lezat ketika dimakan sebagai camilan.

Namun demikian kandungan minyak yang sangat tinggi, akan menyebabkan meningkatkan jumlah lemak dan kolesterol tinggi di dalam tubuh, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap siklus haid. Bahaya mengkonsumsi gorengan akan menyebabkan kolesterol yang menyebabkan kurang lancarnya peredaran darah, yang akan berpengaruh terhadap haid yang alami. Baca juga: Hati-Hati! Jangan Ngomong ini ke Ibu Melahirkan Cesar

3. Banyak mengkonsumsi makanan manis

Gula dan beberapa jenis makanan yang terlalu manis juga disinyalir tidak baik untuk dikonsumsi ketika sedang mengalami masa haid. Hal ini disebabkan karena gula akan memberikan kalori yang terlalu tinggi, yang akan menyebabkan gangguan haid.

Apabila anda tetap ingin mengkonsumsi makanan yang memilki rasa manis, maka a dapat mengurangi kadar gula di dalam jenis makanan lainnya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

4. Junk Food

Makanan yang dilarang saat haid lainnya adalah makanan yang merupakan jenis makanan junk food dan makanan cepat saji. Kandungan lemak dan juga kolesterol pada bahaya junk food ini merupakan salah satu yang tertinggi, dan dapat menyebabkan banyak sekali gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak wajar.

Selain itu, bahaya makanan cepat saji ini akan menyebabkan terganggunya proses haid atau menstruasi yang anda alami.Karena itu, demi kesehatan anda dan juga kelancaran dari proses haid yang anda almi, maka anda harus menghindari junkfood, dan konsumsilah makanan yang kaya akan serat, protein dan juga zat besi.

5. Makanan Olahan

Selain junk food makanan yang dilarang saat haid berikutnya adalah jenis makanan olahan. Makanan olahan seperti nugget, bakso, mie, dan berbagai jenis makanan lainnya juga merupakan salah satu jenis makanan yang dilarang saat haid. Makanan ini bisa saja menyebabkan gangguan kelancaran dari proses haid yang anda jalani. Baca juga: Allah SWT Sudah Mempersiapkan Anak di Surga Bagi Pasangan yang Mandul, Benarkah?

6. Makanan berlemak tinggi

Daging merah merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung protein dan baik untuk yang sedang mengalami masa haid. Namun demikian, sayangnya daging merah memiliki kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak yang tinggi inilah yang membuat daging merah menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang saat haid. Apabila ingin mengkonsumsi daging merah, maka kurangi porsinya atau konsumsi daging tanpa lemak, sehingga tidak berpengaruh pada proses haid atau menstruasi yang anda alami.

Nah sahabat itulah larangan saat haid dan makanan yang dilarang saat sedang haid. Sekarang kita semua sudah mengetahui apa saja larangan saat haid menurut al-qur’an? sebaiknya kita menghindari larangan saat haid tersebut. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Fatal Akibatnya! 4 Bagian ini Pantang untuk Dipukul Meski Sedang Marah Pada Anak

Sumber: Wajibbaca

Leave a Reply