Berita Kesehatan: Ikan Laut Lebih Bergizi untuk Otak Anak dari Ikan Air Tawar!

 

Bundacorner.com – Moms pasti sudah paham betul bahwa ikan memiliki banyak kandungan gizi. Ikan mengandung banyak protein, omega 3 dan zat gizi lainnya. Tapi nyatanya kandunan gizi tiap jenis ikan berbeda beda, lo, Moms. Dan ternyata ikan laut lebih baik untuk perkembangan otak anak dari ikan air tawar.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. DR. Ir. Ali Khomsan, M.Si, Guru Besar Pangan & Gizi Institut Pertanian Bogor ditemui dalam acara peluncuran ABC Sobat Cerdas yang bekerjasama dengan Indonesia Mengajar di Jakarta (9/11).

“Sebenarnya ikan air tawar atau ikan laut mengandung zat gizi yang hampir sama.

Kalau berbicara untuk menyehatkan tubuh, maka kedua jenis ikan itu sama baiknya,” ungkapnya. Namun, Ali mengungkapkan bahwa ikan laut lebih baik untuk perkembangan otak anak.

“Tapi kalau membahas mengenai manfaatnya untuk otak anak, ikan laut terutama ikan laut dalam, seperti tuna dan sarden itu lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, ikan laut lebih baik untuk otak anak dari ikan air tawar karena kandungan omega 3 nya.

“Sebenarnya yang membuat ikan laut lebih baik untuk otak itu karena kandungan omega 3 nya saja.

Kalau kandungan proteinnya sama saja. Kandungan proteinnya antara 18-20%. Nutrisi Omega 3 yang terkandung pada ikan laut merupakan komponen nutrisi yang penting untuk mendukung performa dan kebaikan otak,” jelasnya. Ali bahkan menyebutkan kandungan omega 3 dari ikan laut dan ikan air tawar bisa mencapai 5 berbanding 1. Acara peluncuran ABC Sobat Cerdas yang bekerjasama dengan Indonesia Mengajar di Jakarta (9/11)

“Kandungan omega 3 yang terkandung pada ikan air laut dalam bisa 5 kali lipat dari ikan air tawar.

Misalnya, kalau ikan air tawar mengandung 200 mg omega 3, ikan air laut dalam bisa mengandung 1000 mg,” tambahnya.

Selain dari makanan, Ali juga menyarankan agar orangtua memberikan stimulasi untuk mendukung kecerdasan anak.

“Orangtua harus rutin memberi stimulasi pada anak sesuai dengan usianya agar kecerdasaan anak optimal,” tutupnya.

Sumber: nakita

Leave a Reply