Alami Mastitis, Donita Hampir Trauma Menyusui. Apa itu Masitis, Berikut Penjelasannya!

 

Bundacorner.com – Donita sempat menemui kendala saat menyusui bayinya. Masitis, apa itu? Apa bisa terjadi pada semua ibu yang sedang menyusui?

Berikut kami bahas lengkap, hingga bagaimana gejalanya, serta solusi jika Bunda mengalaminya. Ia menceritakan melalui instagram storynya terkait kesulitan memberikan ASI pada Parva yakni mastitis.

Apa itu masitis?

Mastitis merupakan peradangan jaringan payudara yang sering terjadi pada ibu hamil dan mengganggu proses pemberian nutrisi bayi. Biasanya mastitis bisa dialami pada trimester awal atau saat proses menyusui sudah berlangsung lama. Artis cantik ini sempat mengalami mastitis karena ‘delay pumping’ yang membuatnya hampir trauma menyusui.

“Jadi kmaren itu aku sempet mastitis karena delay pumping. Sakitnya luar biasa sampai bikin trauma nyusuin,” curhat Donita melansir dari nakita.grid.id

Hal ini membuatnya stres dan drop melihat hasil pumping ASI yang turun drastis dari biasanya. Kondisi ini sempat membuat Donita galau untuk mengatasinya dengan pumping atau menyusui langsung.

Akhirnya ia pun memilih menyusui langsung dengan risiko kesakitan hingga menangis. Donita pun mencoba konsultasi pada dokter mengenai mastitis yang membuatnya panik dan stres yang baru sekali ini terjadi padanya.

“Sestres dan sepanik apapun enggak pernah ngalamin ASI sampai drop. Bahkan Parva sampai sempat rewel karena ASI yang biasa berlimbah jadi seret dan enggak ngenyangin,” tulis Donita.

Tetapi, kejadian ini justru membuatnya tersadar kondisi psikologis dan jasmani Moms berpengaruh pada produksi ASI.

Dengan dukungan suami, ia melakukan segala hal yang menyenangkan, menjaga pola makan hingga rajin pumping.

“Dari kejadian ini aku baru sadar, yang namanya pikiran itu ngaruh banget sama produksi ASI. Dan aku ngalamin gimana sedihnya, lihat anak rewel minta nyusu, tapi ASInya kurang. Sementara kalau dipakein dot juga enggak solusi buat mastitis aku dan bisa bikin asi makin seret,” tambah Donita.

Penyebab Mastitis
Mastitis3 adalah proses peradangan pada satu atau dua payudara. Mastitis mungkin disertai infeksi atau bisa juga terjadi tanpa infeksi. Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir (paling sering pada minggu ke-2 dan ke-3). Meski demikian mastitis dapat terjadi sepanjang masa menyusui.

Mastitis berbeda dengan statis ASI. Statis ASI terjadi apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, baik karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi. Bila terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

Selain penyumbatan saluran ASI, mastitis juga bisa disebabkan:

  • Menurunnya daya tahan tubuh
  • Kebersihan puting payudara saat menyusui tidak terjaga
  • Infeksi bakteri staphylococcus auereus yang masuk melalui celah atau retakan puting payudara yang lecet.
  • Pengosongan payudara tidak optimalAdanya saluran ASI yang tersumbat
  • Perlekatan mulut bayi yang kurang baik pada saat menyusu
Kenali Gejala Mastitis
Mastitis biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut:

Permukaan kulit payudara seperti meregang. 

Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC, terkadang hingga menggigil. 

Nyeri atau ngilu seluruh tubuh 

Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, terasa keras saat diraba dan nyeri. 

Timbul garis-garis merah ke arah ketiak. 

Terjadi peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin.

Dilansir dari dailymom.com selain menghubungi dokter laktasi untuk mengatasi masalah mastitis.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan Moms sebagai solusi mengatasi mastitis.

1. Tingkatkan asupan cairan dan banyak istirahat

2. Rajin menyusui dan pumping terutama di area yang mengalami mastitis

3. Pijat payudara perlahan sambil menyusui agar ASI lancar

4. Hindari pemakaian bra yang ketat

5. Kompres payudara dengan handuk yang direndam dan mandi air hangat agar ASI lebih lunak.

Apabila langkah tersebut tidak mengubah kondisi mastitis Moms, dibutuhkan penanganan medis dokter. Salah satunya dengan mengonsumsi antibiotik pembunuh bakteri penyebab mastitis.

Sumber: Wajibbaca

Leave a Reply