3 Penyebab Utama Anak Kurang Nafsu Makan Beserta Solusinya

 

Anak kurang nafsu makan merupakan masalah tersendiri bagi orangtua. Bagaimana tidak, jika anak kurang nafsu makan, energinya juga kurang dan ia rentan sakit.

Apa saja sesungguhnya faktor penyebab anak balita kurang nafsu makan? Berikut ini tiga penyebab utamanya yang masing-masingnya disertai rincian tersendiri. Baca juga: 4 Cara Mengatasi Anak Tantrum dan Penyebabnya

1. Faktor Psikis

Penyebab utama yang pertama adalah faktor psikis. Beberapa hal ini bisa mengakibatkan anak kehilangan selera dan nafsu makan:

  • Anak sering tertekan karena dipaksa menghabiskan porsi makanan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kapasitas perut anak
  • Anak bosan karena menu makanan tidak variatif
  • Anak sering dibiarkan makan sendiri tanpa diajak makan bersama keluarga atau ditemani
  • Anak dibiasakan minum susu formula yang bau dan rasanya tidak sesuai dengan kesukaannya
  • Anak telah cukup kenyang dengan susu formula atau jajanan sebelum makan
  • Anak banyak mengkonsumsi jajanan atau minuman yang mengandung gula
  • Anak sering terlambat makan

2. Faktor Fisik

Anak juga bisa kurang nafsu makan karena faktor fisik. Misalnya karena anak dengan menderita salah satu di antara beberapa sakit di bawah ini:

  • Sakit atau gangguan pada pencernaan
  • Diare
  • Batuk
  • Pilek
  • Sariawan
  • Luka pada mulut atau bibir
  • Demam

Jika anak tidak nafsu makan karena faktor fisik seperti ini, ia akan kembali berselera makan ketika sakitnya sudah sembuh.

Baca juga: Anak Susah Makan Sayur dan Buah? Ini Saran Dari Ahli Gizi Untuk Bunda

3. Pola Makan

Faktor utama ketiga yang mengakibatkan anak kehilangan nafsu makan adalah terkait dengan pola makan. Jika makanan tidak diatur sesuai dengan kebutuhan anak, hal itu bisa membuat nafsu makannya berkurang.

  • Pemberian makanan pengganti ASI yang terlalu cepat dapat membuat anak kehilangan selera minum ASI. Sedangkan pemberian makanan pengganti ASI yang terlalu lambat membuat anak tidak selera mengkonsumi makanan yang diberikan.
  • Jenis dan bentuk makanan tidak sesuai dengan usia dan perkembangan anak
  • Sejak bayi terbiasa dengan keterlambatan pemberian ASI

Demikian 3 faktor utama penyebab anak kurang nafsu makan. Ketiga faktor ini tidak menunjukkan urutan. Untuk mengatasi kurang nafsu makan pada anak ini, orangtua terlebih dahulu perlu mengetahui faktor penyebabnya dan setelah itu baru ditempuh cara mengatasinya, yang akan dijelaskan pada tulisan tersendiri.

Baca juga: Tips Mandi Menyenangkan untuk Ciptakan Ikatan dengan Anak

*Disarikan dari Buku Terlengkap tentang Bayi (Super Baby Directory) yang diterbitkan oleh FlashBook

Demikianlah, 3 penyebab utama anak kurang nafsu makan.

LALU APA SOLUSINYA?

Vitabumin memberikan solusi alami untuk anak Anda yang susah makan, tidak bisa gemuk dan sering terkenya penyakit seperti : flu, batuk, pilek dan demam. Di formulasikan khusus oleh para ahli herbal yang berpengalaman sehingga mendapatkan paduan sempurna antara madu, ekstrak albumin ikan gabus, temulawak dan pegagan. Dengan rasa yang manis dan lezat sangat di sukai oleh anak-anak. Madu Vitabumin dapat diminum bersamaan dengan air putih susu, teh atau bubur.

Manfaat Madu Vitabumin :

*Meningkatkan nafsu makan dan berat badan :
Madu, temulawak dan pegagan telah lama digunakan secara tradisional untuk memberi nutrisi pendamping yang telah terbukti meningkatkan nafsu makan. Secara turun temurun ketiga bahan alami tersebut sudah digunakan untuk meningkatkan nafsu makan & daya tahan tubuh bagi anak anak.

*Meningkatkan daya tahan tubuh : 
Madu, temulawak, dan pegagan sama-sama memiliki fungsi antibiotik dan antioksidan yang sangat bermakna dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan albumin memacu pertahanan tubuh dari dalam, dengan membentuk sistem imunitas dalam darah.

*Meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan : 
Secara umum, pegagan, madu, dan albumin menjadi nutrisi otak terbaik yang memacu perkembangan kerja otak, sehingga fungsi-fungsi otak terkait dengan kecerdasan, konsentrasi, kemampuan bicara, maupun keterampilan psikomotorik anak bisa berkembang baik.

*Nutrisi pendamping pengobatan flek paru : 
Fungsi antibiotik dari Temulawak, Pegagan, dan Madu sangat berguna untuk mempercepat penyembuhan penyakit TBC anak. Selain itu, temulawak melindungi hati dari pengaruh obat kimia TBC. Albumin berfungsi pula untuk membuat kerja obat TBC menjadi semakin efektif dan cepat.

*Nutrisi pendamping terapi autisme : 
Secara umum, Temulawak berperan meningkatkan daya tahan otak dari keracunan, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. madu merupakan sumber energi bagi tubuh, albumin meningkatkan transportasi nutrisi dan obat ke bagian tubuh yang memerlukan, dan pegagan meningkatkan kualitas kerja otak.

Leave a Reply