11 Masalah yang Sering Terjadi Pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Bundacorner.com –  Masalah yang sering dialami Ibu Muda saat merawat anaknya tanpa pendampingan orangtua atau tenaga medis… Dan beberapa keadaan pada bayi ini sering kali dianggap tidak normal. para ibu cerdas harus tahu masalah yang sering terjadi pada bayi dan cara tepat mengatasinya.

Kelahiran seorang bayi adalah hal yang paling ditunggu oleh setiap pasangan suami istri. Namun, adakalanya bayi yang baru lahir justru mengalami kesehatan.

Jika bayi tersebut adalah anak pertama, sang ibu biasanya akan merasa panik. Terlebih lagi jika Ia tak memiliki kemampuan merawat bayi sebelumnya.

Oleh karena itu, penting bagi calon ibu mengetahui masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Bukan hanya sekedar tahu, namun juga cekatan untuk melakukan tindakan tepat agar bayi tetap sehat dan ceria.

Apa saja masalah yang sering sering terjadi pada bayi baru lahir? Simak uraiannya berikut ini!

Baca juga: Begini Cara Mengenal Penyakit Pada Bayi Saat Musim Hujan dan Cara Pengobatannya

1. Kotoran Pada Mata Bayi atau Belekan

Tak selamanya mata bayi yang baru lahir bersih. Terkadang, ada juga bayi yang mengeluarkan selaput putih hingga kuning dari ujung matanya. Kotoran mata atau yang biasa disebut belek ini menyebabkan bayi merasa tidak nyaman atau bahkan sulit membuka matanya.

Jika bayi Anda mengalami hal semacam ini, cobalah membersihkan ujung-ujung mata dengan kapas yang dibasahi air hangat. Jangan menggunakan obat tetes mata apapun kecuali dengan arahan dokter.

2. Ruam Pada Kulit

Ruam pada kulit adalah hal yang sangat biasa terjadi pada bayi. Hal ini dikarenakan kulit bayi masih sangat sensitif. Ruam bisa diakibatkan oleh suhu yang terlalu panas atau bisa juga karena popok.

Jika bayi Anda mengalami ruam, jangan berikan bedak bayi. Sebagai gantinya, berikan krim anti ruam. Hindari pakaian berlapis dan atur suhu ruangan agar tak terlalu panas. Baca juga: Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasi

3. Sesak Nafas

Sesak nafas pada bayi ditandai dengan nafas yang terengah engah dan terkadang bisa sampai membuat wajah terlihat membiru. Sesak nafas seperti ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti tersedak, infeksi, pembesaran kelenjar thymfus dan kelainan pada trakea. Namun, penyebab yang paling umum adalah masuknya udara melalui mulut saat bayi sedang menyusui.

Jika penyebab terakhir yang membuat bayi Anda sesak nafas, Anda bisa mengatasinya dengan membuat bayi bersendawa selepas menyusu.

4. Kolik

Kolik merupakan kondisi bayi menangis terus menerus. Menurut para ahli, kondisi seperti ini adalah hal yang wajar karena menangis merupakan cara bayi untuk berkomunikasi. Namun, jika dibiarkan, bayi akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, jika bayi menangis segera gendong dan dekap. Ubahlah posisi gendong beberapa kali hingga bayi merasa tenang.

5. Muntah atau Gumoh

Baca juga: Wow Inilah 7 Manfaat Buncis untuk Kesehatan Anak

Muntah atau gumoh terjadi karena bayi terlalu kenyang, tersedak atau adanya lendir pada lambung bayi. Sebenarnya, hal ini adalah hal yang wajar karena klep penutup lambung bayi masih belum terbentuk secara sempurna.

Cara mengatasi bayi yang gumoh adalah dengan menggendongnya menghadap ke belakang dengan posisi dada bayi sejajar dengan posisi pundak ibu. Cara lain adalah dengan menengkurapkan bayi lalu menepuk punggungnya dengan lembut. Namun, jika gumoh terjadi terus menerus dan berlebihan, segera hubungi dokter karena bisa jadi hal ini adalah tanda adanya alergi.

6. Demam

Demam pada anak tak bisa dianggap enteng karena bisa memicu terjadinya kejang. Jika suhu tubuh bayi masih di bawah 37 derajat, memberikan ASI sesering mungkin bisa menjadi solusinya. Namun, jika demam sudah mencapai angka 38 derajat celcius, kompres bayi dengan air hangat.

Catatannya lagi, jangan menyelimuti bayi atau memberikan pakaian berlapis ketika demam. Sebaliknya, berikan pakaian yang tipis dan lembut. Jika tangan dan kaki bayi terasa dingin, pakaikan kaos kaki dan kaos tangan.

7. Infeksi Tali Pusar

Tali pusar bayi pasti akan dipotong begitu ia dilahirkan. Alhasil, akan ada luka bekas potongan yang harus terus dirawat hingga kering. Namun, terkadang ada juga bayi yang mengalami infeksi pada tali pusatnya. Tanda infeksi tali pusar yang paling umum adalah ruam, bengkak, berbau menyengat dan terkadang dibarengi dengan keluarnya cairan bening lengket atau nanah.

Jika hal ini terjadi pada bayi Anda, segera konsultasikan ke dokter. Selalu jaga kebersihan tangan Anda sebelum merawat tali pusar dan biarkan tali pusar terbuka agar luka cepat kering. Baca juga: Sejatinya Bunda Bisa Mengatasi Batuk Berdahak Tanpa Perlu ke Dokter, Begini Caranya

8. Diare

Masalah lain yang sering dialami bayi baru lahir adalah diare. Penyebabnya bisa jadi karena alergi susu sapi atau karena infeksi. Jika hal ini terjadi pada bayi Anda, berikan ASI secara berkala tapi terus menerus selama 10 hingga 30 menit. Jika diare tak juga berhenti dan disertai tak mau minum, muntah atau demam, segera konsultasikan ke dokter.

9. Sembelit

Selain diare, bayi juga bisa mengalami sembelit. Hal ini bisa diakibatkan oleh pemberian susu formula atau karena pemberian makanan pendamping ASI. Jika bayi sudah masuk usia makan, pemberian buah pir akan membantu. Namun, jika Bayi belum masuk usia makan, hentikan pemberian susu formula sementara atau ganti produk susu.

10. Kejang

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Menyusui atau Memompa Asi Agar Anak Menjadi Shaleh

Kejang atau sering disebut sebagai step merupakan gangguan pada bayi yang harus diwaspadai. Tanda-tandanya adalah mulut terkatup, gerakan tak terkontrol dan bola mata berputar-putar.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah menjaga jalan nafas bayi dengan cara membersihkan lendir di sekitar mulut dan hidung. Jika bayi panas tinggi. Kompres air hangat pada lipatan paha, lipatan ketiak dan dahi. Jika disertai muntah, miringkan bayi agar muntahan tak kembali tertelan. Segerakan pergi ke dokter untuk menghindari gangguan pada otak.

11. Kuning

Kulit bayi berwarna kuning adalah hal yang umum pada bayi berumur 3 hingga 5 hari. Hal ini dikarenakan organ hati belum bisa bekerja sempurna dalam memecah billirubin sehingga menimbulkan mata dan kulit bayi terlihat kuning.

Untuk mengatasi masalah ini, berikan ASI pada bayi. Selain itu, jemur bayi dalam kondisi tanpa busana dan mata tertutup pada jam 7 hingga 8 pagi. Namun, jika kuning terjadi hingga bayi berusia 6 hari, segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi ada gangguan pada liver.

Nah itulah penjelasan mengenai 11 masalah yang biasanya muncul ketika bayi baru lahir. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Ingin Bayi Lahir Putih Bersih? Ini Tipsnya

Sumber:Wajibbaca

Leave a Reply